Mutiara Wahyu 1

Dan apabila seseorang manusia ditimpa kesusahan, merayulah ia ditimpa Kami (dalam segala keadaan), sama ada ia sedang berbaring atau duduk ataupun berdiri; dan manakala Kami hapuskan kesusahan itu daripadanya, ia terus membawa cara lamanya seolah-olah dia tidak pernah merayu kepada Kami memohon hapuskan sebarang kesusahan yang menimpanya (sebagaimana ia memandang eloknya bawaan itu) demikianlah diperelokkan pada pandangan orang-orang yang melampau apa yang mereka lakukan. (Yunus : 12)

Dan demi sesungguhnya! kalau Kami memberinya pula kesenangan sesudah ia menderita kesusahan, tentulah ia akan berkata: "Telah hilang lenyaplah dariku segala kesusahan yang menimpaku". Sesungguhnya ia (dengan kesenangannya itu) riang gembira, lagi bermegah-megah (kepada orang ramai). (Hud : 10)

Dan apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, mereka segera berdoa kepada Tuhan mereka dengan keadaan rujuk kembali bertaubat kepadaNya; kemudian apabila Allah memberi mereka merasai sesuatu rahmat daripadaNya, tiba-tiba sebahagian dari mereka mempersekutukan sesuatu yang lain dengan Tuhannya; (Ar-Ruum : 33)

assalaamu’alaikum wr.wb

Manusia adalah makhluq yang diciptakan Allah SWT dengan diberikan dua buah jalan, jalan kefasikan dan jalan ketaqwaan.[QS:90:10, 91:8]

Jalan ketaqwaan adalah jalan untuk mendekatkan diri kepadaNya. Sebaliknya, jalan kefasikan adalah jalan jalan yang akan menja-uhkan kita dari padaNya.

Jalan ketaqwaan adalah jalan yang sulit dan mendaki, penuh coba-an dan godaan, karena jalan ini tidak sesuai dengan hawa nafsu manusia. Untuk menjaga diri agar tetap berada diatasnya adalah sangat sulit, tetapi bagi yang tetap padanya akan mendapat gan-jaran yang baik pula, sesuai dengan kadar kekuatan berada pada-jalan tersebut.[QS:29:2-7]

Jalan kefasikan adalah bagai jalan tol, mulus tidak berlubang, menyebabkan orang senang diatasnya. Disembarang tempat mudah kita melaluinya. Sebagai contoh, di dalam kamar kita dapat saja dengan mudah melihat ‘hal-hal yang aneh’ di TV kita berjam-jam, tetapi dapatkah kita membaca Al-qur’an secara rutin setiap hari selama satu atau setengah jam saja??? sangat sulit, kecuali bagi orang-orang yang cinta dan berjalan diatas jalan ketaqwaan.

Jalan ketaqwaan adalah jalan orang-orang yang menyadari bahwa hidupnya adalah bergantung kepada Allah, yang selalu memberinya kasih sayang, kesediahn, rezeki, karunia, yang memberinya jiwa dan mencabut nyawanya. Allah, yang tidak bergantung dan tergantung kepada siapapun, yang tidak beranak dan diperanakan, yang tidak meminta rizeki dari kita.[QS:114:1-4, 51:57]

Jalan kefasikan adalah jalan orang-orang yang berat untuk berinfaq dan mengeluarkan uang dari kantongnya karena menganggap bahwa rizki yang didapat adalah dari usahanya sendiri. Jalan orang-orang yang menganggap bahwa kehidupan hanyalah di dunia saja, hingga mereka menghabiskan umurnya untuk bersenang-senang dan tidak mempersiapkan untuk hari akhir nanti.

Jalan ketaqwaan adalah jalan orang-orang yang memahami hakekat penciptaannya. Menyadari bahwa dirinya adalah ‘abdu, hamba, budak yang harus mematuhi semua perintah tuannya, yang tidak pantas untuk tawar menawar dan menolak ketetapan yang sudah diputuskan tuannya.[QS:51:56]

Jalan kefasikan adalah jalan orang-orang yang tidak sadar dan tidak mau sadar akan hakekat penciptaan dirinya, ingkar kepada Tuhannya, membangkang atas perintahNYa. Jalan orang-orang yang sombong, yang merasa bahwa dia tidak patut diatur oleh aturanNya. Jalan orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuannya, menganggap bahwa dirinyalah yang paling benar, yang lain adalah salah.

Pada akhirnya, ... jalan kefasikan adalah jalan yang mengantarkan kepada an-Naar, neraka jahannam dan jalan ketaqwaan adalah jalan menuju Al-Jannah, surga penuh keni’matan.

walloohu a’lam bishshowab.

wasalaamu’alaikum wr.wb

;;
 
 
 

Followers